Berita Terbaru

Damkar Maros Evakuasi Cincin dari Jari Ibu yang Meninggal Dunia, Dilakukan dengan Penuh Kehati-hatian

Damkar Maros mengevakuasi cincin dari jari seorang ibu yang meninggal dunia di Kecamatan Lau. Proses dilakukan secara hati-hati.

Petugas Damkar Maros saat melakukan proses evakuasi cincin dari jari korban di rumah duka, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros. (Dok/Istimewa)

Maros, Lontara Today -   Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kabupaten Maros kembali menunjukkan peran kemanusiaannya di luar penanganan kebakaran. Kali ini, personel Damkar membantu mengevakuasi cincin yang melekat di jari seorang ibu yang telah meninggal dunia di Jalan Mesjid Raya, Kelurahan Maccini Baji, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros.

Proses evakuasi dilakukan setelah keluarga korban meminta bantuan karena cincin yang dikenakan korban tidak dapat dilepas secara manual. Kondisi jari yang telah membengkak membuat upaya pelepasan menjadi sulit dilakukan tanpa alat khusus.

Situasi tersebut terjadi di tengah suasana duka keluarga. Kehadiran petugas Damkar pun menjadi bentuk bantuan cepat untuk meringankan kebutuhan keluarga sebelum proses pemakaman berlangsung.

Laporan permintaan bantuan diterima Posko Damkar Maros sekitar pukul 11.00 Wita. Tak berselang lama, tim rescue dari Peleton II Markas Komando (Mako) langsung bergerak menuju lokasi menggunakan satu unit armada rescue F14.

Lima personel diterjunkan dalam operasi tersebut, yakni Muhammad Naqib Assegaf selaku komandan tim, Hartono, Ardiansyah, Harianto, dan Ahmad Nursarkawi. Tim dilaporkan tiba di lokasi sekitar pukul 11.10 Wita untuk segera melakukan penanganan.


Setibanya di rumah duka, petugas langsung melakukan asesmen terhadap kondisi cincin yang melekat di jari korban. Karena kondisi jari mengalami pembengkakan, pelepasan secara manual dinilai berisiko dan tidak memungkinkan dilakukan tanpa bantuan alat khusus.

Tim rescue kemudian mengambil langkah teknis dengan menggunakan mesin gerinda mini untuk memotong bagian cincin agar dapat dilepaskan secara aman. Proses dilakukan secara hati-hati guna menghindari kerusakan pada bagian jari korban sekaligus tetap menjaga kondisi jenazah.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Maros, Jufri, menjelaskan bahwa seluruh proses penanganan dilakukan secara humanis mengingat situasi keluarga yang sedang berduka.

"Anggota kami melakukan evakuasi secara hati-hati karena kondisi jari korban sudah membengkak sehingga cincin sulit dilepas. Kami berupaya membantu keluarga dengan tetap menjaga martabat jenazah," katanya, dinukil dari matamaros.

Menurut informasi yang dihimpun, proses evakuasi dimulai sekitar pukul 11.15 Wita dan berhasil diselesaikan hanya dalam waktu lima menit tanpa kendala berarti. Respons cepat personel Damkar dinilai membantu keluarga korban dalam situasi yang membutuhkan penanganan segera.


Damkar Tak Hanya Menangani Kebakaran

Peristiwa ini kembali memperlihatkan bahwa tugas pemadam kebakaran saat ini tidak hanya terbatas pada penanganan api atau kebakaran semata. Dalam praktiknya, personel Damkar juga memiliki tanggung jawab di bidang penyelamatan atau rescue operation untuk berbagai kondisi darurat masyarakat.

Mulai dari evakuasi hewan liar, pelepasan cincin yang tersangkut di jari warga, penanganan pohon tumbang, hingga bantuan dalam situasi kemanusiaan seperti yang terjadi di Maros kali ini, menjadi bagian dari pelayanan yang terus dilakukan.

Jufri menegaskan bahwa personel Damkar dituntut untuk selalu siap membantu masyarakat dalam berbagai kondisi, termasuk pada situasi penuh haru dan emosional.

la menyebut, respons cepat menjadi bagian penting dari pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat, terlebih ketika warga membutuhkan bantuan dalam waktu singkat.

"Setiap tugas kemanusiaan adalah bentuk pengabdian tanpa batas. Meski situasinya penuh haru, personel tetap menjalankan tugas secara profesional," tutupnya.

Bentuk Pelayanan Publik di Tengah Situasi Duka

Bagi sebagian masyarakat, keberadaan Damkar sering kali hanya dikaitkan dengan peristiwa kebakaran. Namun dalam beberapa tahun terakhir, layanan penyelamatan non-kebakaran menjadi salah satu fungsi yang paling sering dijalankan petugas di berbagai daerah, termasuk di Sulawesi Selatan.

Di tengah suasana kehilangan, kebutuhan keluarga korban sering kali membutuhkan penanganan yang tidak dapat dilakukan sendiri. Dalam kondisi seperti ini, kehadiran petugas penyelamat menjadi bentuk pelayanan publik yang membantu masyarakat melewati situasi sulit secara lebih tenang.

Respons cepat yang dilakukan Damkar Maros dalam membantu keluarga korban menjadi salah satu contoh bagaimana pelayanan kemanusiaan hadir tidak hanya pada situasi darurat besar, tetapi juga dalam kebutuhan sederhana namun penting bagi warga.


Jurnalis & Founder IFN Media Group...

Anda mungkin menyukai postingan ini