Berita Terbaru

Tragedi Rumah Tangga di Takalar Istri Luka Bacok, Suami Ditemukan Meninggal

Seorang istri di Takalar mengalami luka bacok diduga akibat KDRT. Suaminya ditemukan meninggal dan diduga mengonsumsi racun rumput.

 

Foto: Petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait kasus dugaan KDRT yang terjadi di Dusun Campagaya Timur, Desa Tamasaju, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar (Dok/ Istimewa)



Takalar, Lontara Today - Warga Dusun Campagaya Timur, Desa Tamasaju, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, digegerkan oleh peristiwa dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang berujung tragis, Rabu (20/5/2026).

Seorang perempuan berinisial KMI (49) mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam, sementara suaminya, Lewa Daeng Taba (49), ditemukan meninggal dunia dan diduga sebelumnya mengonsumsi racun rumput.

Peristiwa itu sontak menjadi perhatian warga sekitar setelah korban diketahui meminta pertolongan dalam kondisi terluka di lingkungan tempat tinggalnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula dari pertengkaran antara pasangan suami istri tersebut di kediaman mereka di Dusun Campagaya Timur.

Belum diketahui secara pasti pemicu pertengkaran tersebut. Namun, berdasarkan dugaan awal, cekcok rumah tangga kemudian berujung pada tindakan kekerasan yang menyebabkan korban mengalami sejumlah luka serius.

Korban KMI diduga mengalami luka bacok menggunakan parang yang disebut dilakukan oleh suaminya sendiri.

Setelah kejadian berlangsung, pelaku diduga meninggalkan lokasi.

Baca Juga: Warga Bulukumba Mengaku Diminta Transfer Pajak Kendaraan ke Rekening Pribadi Pejabat Samsat

Korban Sempat Minta Tolong ke Warga

Dalam perkembangan kejadian, korban disebut sempat meminta pertolongan kepada warga sekitar.

Beberapa saksi, termasuk mahasiswa yang berada di sekitar lokasi serta anak korban, mendengar suara teriakan minta tolong sebelum akhirnya mendapati korban dalam kondisi lemah.

Situasi tersebut membuat warga segera bergerak untuk memberikan pertolongan awal sambil menghubungi pihak keluarga.

Korban kemudian dievakuasi menggunakan sepeda motor menuju Puskesmas Bontolebang, Kecamatan Galesong Utara, untuk mendapatkan penanganan medis.

Berdasarkan keterangan keluarga, luka yang dialami korban berada di beberapa bagian tubuh dan diduga akibat sabetan benda tajam.

Anak korban, Ikram, mengatakan ibunya mengalami luka di bagian kepala belakang, punggung, serta lengan kiri.

“Informasinya memang terjadi pertengkaran. Saya tidak berada di rumah saat kejadian, tapi ini bukan pertama kalinya mereka cekcok,” ujarnya.

Pernyataan tersebut memberi gambaran bahwa konflik rumah tangga antara keduanya diduga telah beberapa kali terjadi sebelumnya, meski penyebab spesifik pertengkaran kali ini belum diketahui.

Baca Juga: Fenomena Baru di Dunia Teknologi: Chatbot AI Disebut Mulai Bentuk "Serikat Buruh"

Suami Korban Ditemukan Meninggal

Di tengah proses penanganan terhadap korban, kabar lain datang dari pihak keluarga dan warga sekitar.

Suami korban, Lewa Daeng Taba, ditemukan meninggal dunia dan diduga sebelumnya mengonsumsi racun rumput.

Informasi itu juga disampaikan oleh pihak keluarga korban.

Ikram menyebut ayahnya diduga mengakhiri hidup dengan cara meminum racun rumput setelah peristiwa tersebut terjadi.

Menurut informasi keluarga, jenazah telah dimakamkan di sekitar permukiman keluarga.

Meski demikian, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pendalaman aparat kepolisian.

Polisi Lakukan Pendalaman

Kasat Reskrim Polres Takalar, AKP Haryanto Hidayat Pabeta, melalui Kanit Reskrim Polsek Galesong Utara, Ipda Asrianto Salam, membenarkan adanya kejadian tersebut.

"Benar telah terjadi dugaan KDRT yang berujung pada penganiayaan terhadap korban dan pelaku yang kemudian ditemukan meninggal dunia," ujarnya saat dikonfirmasi.

Pihak kepolisian menyebut saat ini proses penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan rangkaian kejadian secara utuh.

Aparat juga telah mengumpulkan sejumlah barang bukti dan meminta keterangan dari para saksi guna memperjelas kronologi.

"Kami masih melakukan pengumpulan bukti dan pemeriksaan saksi-saksi untuk mengungkap secara utuh peristiwa ini," kata pihak kepolisian.

Sejumlah aspek masih didalami, termasuk penyebab pertengkaran, kronologi sebelum kejadian, hingga kondisi pelaku sebelum ditemukan meninggal dunia.

KDRT Masih Jadi Persoalan Serius

Kasus dugaan KDRT yang berujung pada korban luka serius ini kembali menjadi pengingat bahwa konflik rumah tangga dapat berkembang menjadi persoalan serius apabila tidak ditangani dengan baik.

Selain berdampak pada korban secara fisik, konflik domestik juga meninggalkan dampak psikologis bagi anggota keluarga, termasuk anak-anak yang berada di lingkungan rumah tangga tersebut.

Di Kabupaten Takalar maupun wilayah lain di Sulawesi Selatan, berbagai pihak kerap mendorong peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penyelesaian konflik keluarga secara aman, termasuk melalui pendekatan mediasi, dukungan keluarga, maupun layanan pendampingan.

Pihak kepolisian hingga kini masih melanjutkan proses penyelidikan terkait peristiwa yang terjadi di Desa Tamasaju tersebut.

Jurnalis & Founder IFN Media Group...

Anda mungkin menyukai postingan ini