Perempuan Asal Toraja Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Makassar, Polisi Masih Selidiki Penyebabnya
Seorang perempuan asal Toraja ditemukan meninggal di kamar kos di Tidung Mariolo, Makassar. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian korban
![]() |
| Foto: Seorang perempuan ditemukan meninggal dunia di kamar kos kawasan Tidung Mariolo, Makassar. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban. (dok/istimewa) |
Makassar, Lontara Today - Suasana di kawasan Tidung Mariolo, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, mendadak berubah setelah warga digegerkan dengan penemuan seorang perempuan muda dalam kondisi meninggal dunia di kamar kosnya, Rabu (13/5/2026).
Korban diketahui berinisial KSR, seorang perempuan asal Toraja yang selama ini tinggal seorang diri di rumah kos tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban bekerja di salah satu studio foto di Kota Makassar.
Jenazah korban ditemukan di atas tempat tidur kamar kos dalam kondisi tidak bernyawa. Saat ditemukan, korban mengenakan daster berwarna ungu, sementara sebagian area wajahnya tampak tertutup bantal.
Penemuan tersebut bermula ketika pemilik kos mencium aroma tidak biasa yang berasal dari sekitar kamar korban. Pada awalnya, bau menyengat itu diduga berasal dari saluran pembuangan atau sampah di lingkungan sekitar rumah kos.
Namun, dugaan tersebut perlahan berubah menjadi kekhawatiran setelah sejumlah penghuni kos menyampaikan bahwa korban sudah beberapa hari tidak terlihat keluar kamar maupun menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasanya.
Kondisi itu kemudian memunculkan rasa curiga dari pemilik kos. Setelah beberapa waktu tidak ada tanda-tanda aktivitas dari dalam kamar, pemilik kos akhirnya memutuskan untuk memeriksa kondisi korban.
Saat pintu kamar dibuka, suasana mendadak berubah tegang. Korban ditemukan dalam keadaan telah meninggal dunia di atas tempat tidur. Dugaan sementara, korban telah meninggal beberapa hari sebelum akhirnya ditemukan.
Baca Juga: Diduga Bermodus Lowongan Kerja, Mahasiswi di Makassar Disekap dan Jadi Korban Kekerasan Seksual
Peristiwa tersebut sontak menarik perhatian warga sekitar. Sejumlah warga terlihat mendatangi lokasi setelah kabar penemuan perempuan muda meninggal dunia itu menyebar di lingkungan Tidung Mariolo.
Pihak pemerintah setempat bersama ketua RT kemudian berkoordinasi dan melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kepolisian untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
Tidak lama berselang, personel dari Kepolisian Sektor (Polsek) Rappocini tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal serta mengamankan area sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
Petugas kepolisian juga melakukan olah TKP guna mengumpulkan informasi awal terkait kondisi kamar, barang-barang di sekitar lokasi, serta kemungkinan petunjuk lain yang dapat membantu proses penyelidikan.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut, termasuk visum dan autopsi. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan penyebab pasti kematian korban.
Kanit Reskrim Polsek Rappocini, IPTU Ali Jaras, membenarkan adanya penemuan jenazah perempuan di salah satu rumah kos di wilayah hukum Polsek Rappocini.
“Iya betul ada penemuan mayat perempuan. Untuk saat ini masih dalam penyelidikan dan korbannya sudah dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (13/5/2026).
Hingga Rabu malam, aparat kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, termasuk penghuni kos dan pihak yang mengetahui aktivitas terakhir korban sebelum ditemukan meninggal dunia.
Polisi belum menyampaikan kesimpulan terkait penyebab kematian KSR. Aparat masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan pendalaman lebih lanjut untuk memastikan apakah terdapat unsur lain di balik peristiwa tersebut.
Peristiwa ini turut menjadi perhatian warga sekitar, terlebih korban diketahui tinggal seorang diri di kamar kosnya. Beberapa penghuni kos mengaku sempat merasa heran lantaran korban tidak terlihat beraktivitas selama beberapa hari terakhir.
Kasus penemuan jenazah di rumah kos juga kembali menjadi pengingat pentingnya komunikasi antar penghuni lingkungan tempat tinggal, khususnya bagi warga perantau yang tinggal sendiri di kawasan perkotaan. Kepedulian terhadap kondisi sekitar dinilai dapat membantu mendeteksi situasi darurat lebih cepat.
Sampai saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara pasti penyebab kematian korban. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil resmi penyelidikan dan tidak berspekulasi sebelum proses pemeriksaan selesai dilakukan.
