Berita Terbaru

500 ASN Sulsel Resmi Jadi Komcad, Disiapkan Perkuat Sistem Pertahanan Negara

Sebanyak 500 ASN Pemprov Sulsel resmi ditetapkan sebagai Komponen Cadangan (Komcad) 2026 untuk memperkuat sistem pertahanan negara.

 

Foto: Suasana Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) ASN Tahun Anggaran 2026. Pemerintah terus memperluas pembentukan Komcad, termasuk dari unsur ASN daerah. (dok/Kemhan)

Makassar, Lontara Today - Sebanyak 500 aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan resmi ditetapkan sebagai Komponen Cadangan (Komcad) Matra Darat Tahun Anggaran 2026. Penetapan tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan, di Kota Makassar pada Rabu, 13 Mei 2026.

Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat sistem pertahanan nasional melalui pelibatan unsur sipil sebagai cadangan personel di luar Tentara Nasional Indonesia (TNI). Keberadaan Komcad disiapkan untuk mendukung kekuatan utama pertahanan apabila negara menghadapi kondisi darurat, termasuk ancaman militer.

Dalam keterangannya, Donny Ermawan menyebut penetapan ratusan ASN Sulsel sebagai Komcad merupakan langkah konkret untuk memperkuat kesiapsiagaan nasional.

“Hari ini menetapkan Komponen Cadangan sebanyak 500 ASN Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan,” kata Donny dalam keterangan resmi, Kamis (14/5/2026).

Bagian dari Sistem Pertahanan Negara

Pembentukan Komcad sendiri merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara. Melalui regulasi tersebut, pemerintah memiliki dasar hukum untuk menyiapkan sumber daya manusia dari unsur sipil sebagai cadangan kekuatan pertahanan.

Dalam amanat Menteri Pertahanan yang dibacakan Donny, dijelaskan bahwa sistem pertahanan Indonesia terdiri atas tiga komponen utama, yakni Komponen Utama, Komponen Cadangan, dan Komponen Pendukung.

TNI tetap menjadi kekuatan utama dalam menghadapi ancaman militer. Sementara itu, Komcad disiapkan untuk memperkuat kemampuan pertahanan ketika dibutuhkan, terutama jika kapasitas komponen utama dinilai memerlukan tambahan dukungan personel.

“Sewaktu-waktu kalau kekuatan atau Komponen Utama ini kurang, ini bisa ditambah atau diperkuat menggunakan Komponen Cadangan,” kata Donny.

Pemerintah menegaskan bahwa keberadaan Komcad bukan untuk menggantikan peran TNI, melainkan sebagai pelengkap sistem pertahanan negara dalam situasi tertentu sesuai mekanisme yang diatur undang-undang.

Sulsel Jadi Salah Satu Daerah Prioritas

Penetapan 500 ASN Sulawesi Selatan sebagai Komcad juga menandai langkah lanjutan pemerintah dalam memperluas partisipasi ASN daerah dalam sistem pertahanan nasional.

Sulsel menjadi salah satu daerah yang menjalankan program tersebut pada tahun ini. Pemilihan ASN dari unsur pemerintah daerah dinilai strategis mengingat kapasitas birokrasi daerah yang tersebar hingga tingkat kabupaten dan kota.

Dalam beberapa waktu mendatang, Kementerian Pertahanan juga dijadwalkan menetapkan ASN pemerintah pusat di Jakarta sebagai Komcad. Selain itu, sejumlah provinsi lain disebut telah mengajukan program serupa dan sedang menunggu pelaksanaan.

Menurut Donny, animo pemerintah daerah terhadap pembentukan Komcad cukup tinggi.

“Sudah mengantre provinsi-provinsi lainnya. Yang akan datang di Kalimantan juga akan ada lagi, di beberapa provinsi sudah kita siapkan. Mungkin sekitar ada dua atau tiga provinsi itu tahun ini,” ujarnya.

Hal ini menunjukkan bahwa program Komcad semakin diperluas sebagai bagian dari penguatan sistem pertahanan berlapis yang melibatkan berbagai elemen masyarakat sipil.

ASN Pemda Jadi Target Penguatan Komcad

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan memang telah menyampaikan target perluasan Komcad dari unsur aparatur sipil negara pemerintah daerah.

Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan, Letnan Jenderal Gabriel Lema, menyebut pelibatan ASN pemerintah daerah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, diharapkan dapat memperkuat kesiapan nasional dalam menghadapi berbagai kemungkinan ancaman.

Menurut Gabriel, program tersebut juga dibarengi dengan pelatihan dasar kemiliteran bagi ASN yang terlibat.

“Pelatihan tersebut dimulai pada 30 Maret dan sudah berlangsung selama tiga minggu,” kata Gabriel usai menghadiri pembukaan latihan dasar kemiliteran ASN kementerian/lembaga di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (22/4/2026).

Pelatihan tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan Komcad, karena peserta dibekali pemahaman dasar mengenai kedisiplinan, kesiapsiagaan, serta kemampuan dasar.

Apa Itu Komponen Cadangan?

Komponen Cadangan atau Komcad merupakan sumber daya nasional yang disiapkan untuk dimobilisasi guna memperbesar dan memperkuat kekuatan serta kemampuan Komponen Utama, yakni TNI.

Dalam praktiknya, unsur Komcad berasal dari masyarakat sipil yang memenuhi persyaratan tertentu dan telah mengikuti pelatihan dasar kemiliteran. Mobilisasi Komcad hanya dapat dilakukan berdasarkan keputusan negara sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Program ini beberapa kali menjadi perhatian publik karena melibatkan unsur sipil, termasuk mahasiswa, pegawai kementerian, hingga aparatur pemerintah daerah. Namun pemerintah menegaskan bahwa pelibatan tersebut dilakukan dalam kerangka kesiapsiagaan nasional dan tidak mengubah status profesi utama peserta.

Bagi Sulawesi Selatan, penetapan 500 ASN sebagai Komcad menjadi langkah baru dalam memperluas kontribusi daerah terhadap sistem pertahanan nasional.

Kondisi terkini, 500 ASN Pemprov Sulsel telah resmi ditetapkan sebagai Komcad Matra Darat Tahun Anggaran 2026. Pemerintah pusat juga bersiap melanjutkan pembentukan Komcad di sejumlah provinsi lain dalam waktu dekat.

Jurnalis & Founder IFN Media Group...

Anda mungkin menyukai postingan ini