"Ekosistem Laut Sudah Hancur," Tokoh Pemuda Kritik Aksi Bom Ikan di Pulau Bauluang Tanakeke
Tokoh pemuda Tanakeke menyoroti kembali aktivitas bom ikan di Pulau Bauluang yang dinilai merusak ekosistem laut dan merugikan nelayan lokal.
![]() |
| Ilustrasi bom ikan ilegal yang digunakan dalam praktik penangkapan ikan secara destruktif di wilayah perairan pesisir. (lontaratoday) |
Takalar, Lontara Today - Aktivitas penangkapan ikan menggunakan bahan peledak kembali dilaporkan terjadi di wilayah perairan Pulau Bauluang, Desa Minasa Baji, Kecamatan Kepulauan Tanakeke, Kabupaten Takalar. Praktik ilegal tersebut kembali menjadi perhatian masyarakat pesisir karena dinilai merusak lingkungan laut serta mengancam keberlangsungan hidup nelayan tradisional.
Informasi terkait kejadian ini berasal dari warga yang mengaku menyaksikan langsung aktivitas pengeboman ikan di lokasi perairan tersebut. Laporan itu juga disertai dokumentasi foto yang memperlihatkan dugaan pelaku saat berada di area penangkapan ikan.
Berdasarkan informasi yang berkembang di masyarakat, pelaku diduga merupakan warga lokal yang sebelumnya pernah diperiksa aparat kepolisian terkait dugaan praktik bom ikan. Namun, penanganan kasus yang dinilai belum memberikan efek jera disebut membuat aktivitas serupa kembali terjadi.
![]() |
| Dokumentasi Aktivitas Pengeboman Ikan |
Penggunaan bahan peledak dalam menangkap ikan diketahui berdampak besar terhadap kerusakan ekosistem laut. Terumbu karang yang menjadi habitat berbagai biota laut dapat hancur dalam waktu singkat, termasuk ikan-ikan kecil yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan perairan.
Dampaknya juga dirasakan langsung oleh nelayan tradisional di wilayah Tanakeke. Mereka mengaku hasil tangkapan semakin menurun akibat berkurangnya populasi ikan serta rusaknya area tangkap yang sebelumnya produktif.
Di tempat terpisah, tokoh pemuda Tanakeke turut menyampaikan kritik keras terhadap kondisi tersebut dan menilai belum adanya langkah serius dalam penanganan praktik bom ikan di wilayah itu.
"Pengeboman ikan di bauluang sudah puluhan tahun tapi tidak ada upaya yg serius dari aparat penegak hukum dan pemerintah setempat. Ekosistem laut sudah hancur dan berefek langsung terhadap pendapatan warga lokal yg mayoritas nelayan. Satu keluarga yang kaya dan harus mengorbankan masa depan generasi adalah perbuatan yang tidak dapat di benarkan," ujarnya.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum serta pemerintah daerah dapat segera mengambil tindakan tegas agar praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak tidak kembali terulang dan kelestarian laut di Kepulauan Tanakeke tetap terjaga.

