Berita Terbaru

​Photoshoot Jelang Pernikahan, Justin Hubner Angkat Filosofi 'Ta’golla ri Janji

Justin Hubner dan Jennifer Coppen memukau publik lewat photoshoot adat Makassar. Simak latar belakang darah Makassar sang Aura Preman tersebut.

Pesepak bola Timnas Indonesia Justin Hubner bersama Jennifer Coppen saat berpose mengenakan pakaian adat pengantin Makassar dalam sesi photoshoot terbaru mereka yang viral di media sosial.

Jakarta, Lontara Today - Jagat maya kembali dihebohkan oleh unggahan terbaru dari pesepak bola Timnas Indonesia, Justin Hubner, bersama aktris Jennifer Coppen. Melalui kolaborasi unggahan di akun Instagram resmi keduanya, mereka memamerkan foto bersama dengan mengenakan pakaian adat pengantin Makassar yang megah dan sarat akan nilai estetika tradisional.

​Langkah ini langsung memantik perhatian luas dari warganet, khususnya masyarakat Sulawesi Selatan, yang melihat momen tersebut sebagai bentuk apresiasi kultural yang luar biasa dari seorang pemain keturunan Indonesia yang merumput di kancah internasional.

Dalam unggahan tersebut, tampak Justin Hubner mengenakan baju adat Makassar berwarna merah jambu yang elegan, lengkap dengan Sigara atau Passapu (ikat kepala khas Makassar) berlapis ornamen keemasan. 

Sementara itu, Jennifer Coppen tampil anggun mengenakan Baju Bodo modern dengan warna senada, dihiasi perhiasan megah khas pengantin Makassar seperti bando beronang (mahkota) dan untaian kalung susun yang memperkuat aura bangsawan lokal.

Filosofi Mendalam di Balik Kalimat "Ta’golla ri Janji"
Daya tarik utama dari unggahan tersebut tidak hanya terletak pada visual yang memanjakan mata, melainkan juga pada takarir (caption) berbahasa Makassar yang disematkan. Jennifer Coppen menuliskan kalimat puitis kuno yang sangat akrab di telinga masyarakat Sulawesi Selatan.

​"Ta'balle ri cinta, ta'golla ri janji." Menuju hari bahagia dengan adat dan kasih yang abadi," tulis Jennifer dalam unggahannya.

​Secara harfiah dalam sastra dan kelisanan Makassar, ungkapan ta'balle ri cinta dapat dimaknai sebagai kondisi di mana seseorang telah sepenuhnya terhanyut atau berbalik arah demi cinta yang tulus. Sementara itu, frase ta'golla ri janji secara puitis berarti sebuah janji yang telah melekat manis bagikan gula, sebuah komitmen yang mengikat, manis, dan tidak mudah larut begitu saja.

Penggunaan diksi lokal ini dinilai sangat mendalam karena mencerminkan prinsip hidup masyarakat Makassar yang memegang teguh lambusu' (kejujuran) dan tokdopuli ri kana (keteguhan janji). Bagi publik lokal, melihat figur publik papan atas dan pemain naturalisasi melafalkan prinsip adat tersebut mendatangkan kebanggaan tersendiri atas kelestarian budaya daerah di era digital.

Menelusuri Jejak Silsilah Hubner di Tanah Makassar


​Ketertarikan publik terhadap photoshoot bertema adat Makassar ini tidak muncul secara tiba-tiba. Bagi para pencinta sepak bola nasional, pemilihan adat Makassar oleh Justin Hubner dirasa memiliki keterikatan historis dan emosional yang sangat kuat. Hubner bukanlah sosok yang sepenuhnya asing dengan bumi Celebes.

​Pemain yang kini dikenal dengan gaya lugasnya di lini belakang Timnas Indonesia tersebut mewarisi darah Indonesia langsung dari sang kakek, Ferdinand Rudolf Hubner. Berdasarkan catatan garis keturunan keluarganya, Ferdinand Rudolf Hubner lahir di Kota Makassar pada tanggal 11 Agustus 1948.

Meskipun kemudian garis takdir membawa keluarga besar Hubner menetap di Belanda hingga Justin lahir dan tumbuh di sana, ikatan darah dengan tanah Makassar tidak pernah benar-benar luntur. Konteks historis inilah yang membuat penampilan Hubner dengan balutan Passapu dan kain sarung tenun sutra khas Sulsel terasa begitu autentik dan bermakna bagi para penggemarnya.

Representasi Karakter "Rewako" di Atas Lapangan Hijau
Masyarakat Sulawesi Selatan kerap mengaitkan performa impresif Justin Hubner di lapangan hijau dengan karakter dasar manusia Makassar. Di lapangan, Hubner dikenal sebagai bek yang memiliki mentalitas tangguh, bermain keras, disiplin tinggi, serta tanpa kompromi saat memotong jalur serangan lawan.

​Gaya bermain yang meledak-ledak namun taktis tersebut dinilai sangat merepresentasikan spirit Rewako atau Ewako sebuah slogan penyemangat khas Makassar yang melambangkan keberanian, daya juang pantang menyerah, dan harga diri (Siri' na Pacce).

Kehadiran photoshoot dengan pakaian adat ini seolah menjadi penegasan visual bahwa sang pemain tidak hanya mengadopsi paspor Indonesia, tetapi juga merengkuh erat identitas leluhurnya yang berakar di Sulawesi Selatan. Media sosial pun langsung dibanjiri komentar positif dari warga net lokal yang merasa bangga melihat simbol-simbol kebudayaan mereka dipakai oleh punggawa skuad Garuda.

​Dampak Positif terhadap Promosi Budaya Daerah

​Dari sudut pandang pengamat budaya dan pariwisata lokal, momentum viralnya foto Justin Hubner dan Jennifer Coppen ini membawa dampak elektoral yang positif bagi promosi kebudayaan daerah. Di tengah gempuran tren modernisasi, visualisasi pakaian adat yang dikemas secara premium dan diunggah oleh ikon kepemudaan mampu memicu minat generasi muda untuk lebih mengenal pakaian adat daerah.

​Pernikahan atau sekadar prosesi foto bertema adat kini kembali dipandang sebagai sesuatu yang sangat bergengsi, modis, dan tidak ketinggalan zaman. Publik berharap momentum ini juga dapat meningkatkan eksposur terhadap industri kreatif lokal di Makassar, mulai dari penyedia jasa penyewaan baju adat, perajin perhiasan tradisional, hingga fotografer lokal yang terus konsisten merawat warisan budaya kebendaan tanah air.

​Sampai berita ini diturunkan, unggahan photoshoot bernuansa adat Makassar tersebut terus mendapatkan ratusan ribu suka dan puluhan ribu komentar dari warganet di seluruh penjuru Indonesia, menjadikannya salah satu momentum rekonsiliasi budaya dan olahraga paling ikonik sepanjang pertengahan tahun ini.



Jurnalis & Founder IFN Media Group...

Anda mungkin menyukai postingan ini