Berita Terbaru

Penjual Ikan di Gowa Tewas Diduga Dianiaya dengan Parang, Polisi Selidiki Motif

Seorang penjual ikan di Gowa meninggal dunia usai diduga dianiaya dengan parang di Bajeng. Polisi menyelidiki motif dan latar belakang kejadian.

Warga berada di sekitar lokasi saat korban ditemukan tergeletak usai insiden dugaan penganiayaan di Dusun Sapta Marga, Desa Pannyangkalang, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Senin (25/5/2026). (Dok/Istimewa)


Gowa, Lontara Today - Warga Dusun Sapta Marga, Desa Pannyangkalang, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, digegerkan oleh peristiwa dugaan penganiayaan menggunakan senjata tajam yang menyebabkan seorang penjual ikan meninggal dunia, Senin (25/5/2026) pagi.

Korban diketahui bernama Rabaton Dg. Lawa (66), seorang penjual ikan asal Salekowa, Desa Kale Barembeng, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa. Korban dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian setelah mengalami luka serius di bagian leher.

Sementara itu, terduga pelaku disebut merupakan sesama penjual ikan berusia 52 tahun yang berasal dari wilayah Kabupaten Gowa. Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman terkait motif dan kronologi lengkap insiden tersebut.

Kejadian Berlangsung Saat Korban Berjualan

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun di lokasi kejadian, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WITA di Dusun Sapta Marga, Desa Pannyangkalang.
Menurut keterangan saksi bernama Nurlela (49), beberapa saat sebelum kejadian korban tengah melintas menggunakan sepeda motor sambil membawa dagangan ikan.

Tak lama berselang, seorang pria yang juga membawa jualan ikan disebut datang menyusul menggunakan sepeda motor.

Setibanya di depan rumah salah seorang warga, situasi mendadak berubah mencekam. Korban diduga mengalami serangan menggunakan senjata tajam jenis parang hingga mengalami luka berat.

Akibat luka yang dialami, korban dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).

Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar. Sejumlah masyarakat yang mengetahui kejadian langsung mendatangi lokasi sebelum aparat kepolisian tiba melakukan pengamanan.


Polisi Pasang Garis Pengaman

Tak lama setelah laporan diterima, personel Polsek Bajeng bersama piket SPKT mendatangi lokasi kejadian sekitar pukul 09.15 WITA.

Tim kepolisian yang dipimpin Wakapolsek Bajeng, Iptu Hamsal, langsung melakukan langkah awal pengamanan dengan memasang garis polisi atau police line di sekitar TKP.

Selanjutnya, sekitar pukul 09.30 WITA, tim identifikasi dari Polres Gowa tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap kondisi korban serta mengumpulkan keterangan awal.

Proses identifikasi berlangsung hingga menjelang siang. Setelah pemeriksaan di lokasi selesai dilakukan sekitar pukul 10.45 WITA, jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar guna menjalani proses autopsi lebih lanjut.

Langkah tersebut dilakukan untuk membantu proses penyelidikan serta memastikan penyebab kematian korban secara medis.

Dugaan Motif Masih Didalami

Hingga kini, aparat masih mendalami dugaan motif di balik peristiwa tersebut.

Berdasarkan informasi yang berkembang di lokasi kejadian, terdapat dugaan persoalan keluarga yang disebut melatarbelakangi konflik antara pihak-pihak terkait. Namun demikian, informasi tersebut masih memerlukan pendalaman dan verifikasi dari aparat penegak hukum.

Pihak kepolisian juga belum menyampaikan keterangan resmi secara lengkap mengenai hasil penyelidikan maupun status hukum pihak yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.

Karena proses hukum masih berlangsung, asas praduga tak bersalah tetap dikedepankan hingga adanya penetapan resmi berdasarkan hasil penyelidikan pihak berwenang.


Warga Berharap Penanganan Transparan

Insiden ini menjadi perhatian masyarakat setempat, terlebih karena terjadi di ruang terbuka saat aktivitas warga berlangsung seperti biasa.

Sejumlah warga berharap aparat dapat mengusut kasus tersebut secara profesional, transparan, dan sesuai prosedur hukum agar memberikan kejelasan kepada keluarga korban maupun masyarakat.

Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya penyelesaian konflik secara damai tanpa melibatkan kekerasan yang berpotensi menimbulkan korban jiwa.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lanjutan terkait dugaan penganiayaan yang menewaskan seorang penjual ikan di Kabupaten Gowa.


Jurnalis & Founder IFN Media Group...

Anda mungkin menyukai postingan ini