Berita Terbaru

Mengenal Auroville, Kota di India yang Warganya Hidup Tanpa Sekat Agama dan Politik

Mengenal Auroville, kota unik di India yang dihuni warga lintas negara dengan konsep hidup tanpa sekat agama dan politik.

 

Pemandangan kawasan Matrimandir di Auroville, India, ikon kota universal yang dibangun dengan konsep hidup tanpa sekat agama dan politik. (dok/gettyimages)

Lontara Today - Di tengah dunia yang kerap diwarnai konflik identitas, perbedaan keyakinan, hingga polarisasi politik, terdapat sebuah kota kecil di India Selatan yang mencoba menawarkan cara hidup berbeda. Kota itu bernama Auroville, sebuah kawasan eksperimental yang dibangun dengan gagasan bahwa manusia dapat hidup berdampingan tanpa dibatasi sekat agama, politik, maupun kebangsaan.

Terletak di wilayah Tamil Nadu, tidak jauh dari kawasan Puducherry (Pondicherry), Auroville sering dijuluki sebagai "kota universal". Tempat ini dihuni oleh ribuan orang dari berbagai negara dengan satu tujuan yang sama: hidup dalam harmoni sebagai sesama manusia.

Meski terdengar seperti konsep utopis, Auroville benar-benar ada dan telah berdiri selama lebih dari setengah abad.

Kota yang Lahir dari Gagasan Persatuan Manusia

Auroville resmi didirikan pada 28 Februari 1968 oleh seorang tokoh spiritual kelahiran Prancis, Mirra Alfassa, yang lebih dikenal sebagai "The Mother", terinspirasi dari pemikiran filsuf dan yogi India, Sri Aurobindo.

Sejak awal, Auroville dirancang bukan sebagai kota biasa. Dalam visi pendiriannya, tempat ini dimaksudkan menjadi ruang hidup bagi siapa saja tanpa memandang asal negara, ras, agama, maupun latar belakang sosial.

Salah satu prinsip yang paling dikenal dari kota ini adalah keyakinan bahwa Auroville adalah milik seluruh umat manusia.

Artinya, tidak ada satu identitas tertentu yang dianggap lebih dominan dibanding lainnya. Warga diharapkan hidup dalam semangat persatuan, kolaborasi, dan pengembangan diri secara kolektif.

Konsep tersebut bahkan mendapat perhatian internasional. Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) beberapa kali memberikan dukungan terhadap visi pengembangan Auroville sebagai eksperimen sosial lintas budaya.

Hidup Tanpa Sekat Agama dan Politik

Salah satu hal yang membuat Auroville menarik perhatian dunia adalah pendekatan hidup masyarakatnya yang tidak menjadikan agama atau politik sebagai identitas utama dalam kehidupan sehari-hari.

Auroville tidak memiliki agama resmi. Meski begitu, bukan berarti kota ini antiagama atau melarang praktik kepercayaan tertentu. Warga tetap bebas menjalankan keyakinannya masing-masing, hanya saja tidak ada satu agama yang mendominasi kehidupan publik.

Pendekatan serupa juga terlihat dalam urusan politik. Auroville tidak berkembang dengan sistem politik praktis seperti yang umum ditemukan di kota-kota lain. Kehidupan sosial lebih banyak diatur melalui forum komunitas, musyawarah, dan pengambilan keputusan kolektif.

Dengan sistem seperti ini, warga didorong untuk menempatkan nilai kemanusiaan di atas identitas kelompok. 

Di Auroville, seseorang lebih dikenal dari kontribusi dan perannya di komunitas dibanding asal negara, agama, atau pandangan politiknya.

Dihuni Warga dari Puluhan Negara

Saat ini, Auroville dihuni oleh sekitar 3.000 penduduk yang berasal dari lebih dari 50 negara, termasuk India, Prancis, Jerman, Amerika Serikat, Korea Selatan, hingga berbagai negara Asia lainnya.

Keberagaman itu terlihat jelas dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa, budaya, dan kebiasaan yang berbeda hidup berdampingan dalam satu kawasan yang relatif kecil.

Meski demikian, bahasa Inggris menjadi alat komunikasi utama untuk menjembatani interaksi antarwarga.

Sebagian besar penghuni bekerja di sektor pendidikan, pertanian organik, lingkungan, seni, teknologi ramah lingkungan, hingga pengembangan komunitas.

Alih-alih mengejar pertumbuhan ekonomi semata, banyak aktivitas di kota ini diarahkan pada keberlanjutan hidup dan keseimbangan manusia dengan alam.


Matrimandir, Ikon Kota yang Sarat Makna


Jika berbicara tentang Auroville, sulit melewatkan keberadaan Matrimandir, sebuah bangunan berbentuk bola raksasa berlapis emas yang menjadi ikon utama kota tersebut.

Sekilas, bangunan ini tampak seperti tempat ibadah. Namun sebenarnya, Matrimandir bukanlah rumah ibadah agama tertentu.

Tempat ini dirancang sebagai ruang meditasi dan refleksi diri, terbuka bagi siapa saja tanpa memandang latar belakang kepercayaan.

Di bagian dalamnya terdapat ruang sunyi dengan desain minimalis yang dibuat untuk membantu pengunjung mencapai ketenangan dan fokus batin.

Bagi warga Auroville, Matrimandir menjadi simbol persatuan sekaligus pusat spiritual universal yang tidak terikat pada doktrin agama tertentu.

Kehidupan yang Dekat dengan Alam

Konsep keberlanjutan menjadi bagian penting dalam pembangunan Auroville.

Banyak rumah dibangun dengan pendekatan ramah lingkungan, memanfaatkan energi terbarukan, pengelolaan limbah mandiri, serta sistem pertanian organik.

Penggunaan kendaraan bermotor juga relatif dibatasi dibanding kawasan perkotaan pada umumnya. Sepeda dan kendaraan listrik menjadi pilihan transportasi yang cukup umum digunakan warga.

Pendekatan ini menjadikan Auroville sering dipandang sebagai salah satu contoh komunitas masa depan berbasis lingkungan.

Tidak Lepas dari Tantangan

Meski terlihat ideal, kehidupan di Auroville tidak sepenuhnya bebas masalah.

Dalam beberapa tahun terakhir, kota ini juga menghadapi tantangan berupa perbedaan pandangan terkait pengelolaan kawasan, pembangunan infrastruktur, hingga arah masa depan komunitas.

Sebagian warga menilai menjaga idealisme awal kota tidak selalu mudah di tengah perubahan zaman dan meningkatnya kebutuhan administratif.

Namun, terlepas dari berbagai tantangan tersebut, Auroville tetap menjadi salah satu eksperimen sosial paling unik di dunia.

Di saat banyak tempat masih terjebak pada sekat identitas, kota kecil di India ini terus mencoba menjawab satu pertanyaan besar: bisakah manusia hidup bersama tanpa membiarkan agama dan politik menjadi tembok pemisah?

Bagi sebagian orang, jawabannya mungkin belum sempurna. Tetapi bagi Auroville, proses untuk terus mencoba tampaknya jauh lebih penting.

Jurnalis & Founder IFN Media Group...

Anda mungkin menyukai postingan ini