247 Ribu Warga Sulsel Masih Menganggur, Simak Data Lengkap Kondisi Ketenagakerjaan Terbaru
Sebanyak 247.120 warga Sulawesi Selatan masih menganggur pada Februari 2026. Simak data lengkap TPT, angkatan kerja, hingga tren ketenagakerjaan baru.
| Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 247.120 warga Sulawesi Selatan masih menganggur pada Februari 2026. (Lontara Today). |
Lontara Data - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 247.120 warga Sulawesi Selatan masih berada dalam kondisi menganggur hingga Februari 2026. Meski Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mengalami penurunan tipis dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah pengangguran secara riil justru bertambah.
Data tersebut tercantum dalam Berita Resmi Statistik BPS Sulawesi Selatan mengenai Keadaan Ketenagakerjaan Februari 2026 yang dirilis pada 6 Mei 2026.
š LONTARA DATA
Jumlah Pengangguran
247.120
orang
TPT
4,95%
Februari 2026
Angkatan Kerja
5 Juta
orang
Penduduk Bekerja
4,75 Juta
orang
| TPT 2025 | 4,96% |
| TPT 2026 | 4,95% |
| Perubahan | Turun 0,01 poin |
| Jumlah Pengangguran | Naik 8,32 ribu orang |
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan, Keadaan Ketenagakerjaan Februari 2026.
BPS mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sulawesi Selatan berada di angka 4,95 persen. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan Februari 2025 yang mencapai 4,96 persen, atau turun sekitar 0,01 poin persentase.
Namun, di balik penurunan tersebut, jumlah pengangguran meningkat dari 238.800 orang menjadi 247.120 orang. Artinya, terdapat tambahan sekitar 8.320 orang yang belum memperoleh pekerjaan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kondisi tersebut dipengaruhi meningkatnya jumlah angkatan kerja yang masuk ke pasar tenaga kerja. Pada Februari 2026, jumlah angkatan kerja Sulawesi Selatan mencapai sekitar 5 juta orang, sementara penduduk yang berhasil memperoleh pekerjaan sebanyak 4,75 juta orang.
BPS menjelaskan bahwa peningkatan jumlah pencari kerja terjadi seiring bertambahnya penduduk usia produktif. Di sisi lain, penciptaan lapangan kerja belum sepenuhnya mampu mengimbangi pertumbuhan angkatan kerja baru.
Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Sulawesi Selatan. Sektor tersebut berkontribusi terhadap sekitar 34,06 persen dari total penduduk bekerja.
Meski demikian, wilayah perkotaan masih menghadapi tantangan dalam menyerap tenaga kerja baru, terutama lulusan sekolah maupun perguruan tinggi yang mencari pekerjaan formal.
Secara umum, penurunan TPT menunjukkan adanya perbaikan pada indikator persentase pengangguran. Akan tetapi, kenaikan jumlah pengangguran secara absolut menjadi sinyal bahwa penciptaan lapangan kerja masih perlu ditingkatkan agar mampu mengakomodasi pertumbuhan angkatan kerja setiap tahunnya.
Data ini juga menjadi gambaran penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan ketenagakerjaan, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelatihan kerja, hingga mendorong investasi yang mampu membuka lebih banyak kesempatan kerja di Sulawesi Selatan.