Perempuan Asal Sinjai Dilaporkan Hilang, Keluarga Kehilangan Kontak
Perempuan 30 tahun asal Sinjai dilaporkan hilang usai pamit ke rumah ibunya. Keluarga kehilangan kontak sejak korban mengaku berada di Makassar.
![]() |
| Unita (30), warga Dusun Tonrong, Desa Terasa, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, yang dilaporkan hilang sejak pertengahan April 2026. (Ist) |
Sinjai, Lontara Today - Seorang perempuan bernama Unita (30), warga Dusun Tonrong, Desa Terasa, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, dilaporkan hilang oleh pihak keluarga setelah tidak diketahui keberadaannya selama lebih dari sepekan.
Keluarga terakhir kali menerima kabar dari Unita pada Kamis pagi, 16 April 2026. Dalam komunikasi tersebut, Unita mengaku telah berada di Makassar untuk bekerja. Namun setelah itu, nomor teleponnya tidak lagi aktif dan hingga kini tidak dapat dihubungi.
Suami korban, Basir, mengatakan istrinya pertama kali meninggalkan rumah pada Selasa, 14 April 2026 sekitar pukul 09.00 Wita. Saat itu, Unita berpamitan untuk membantu pekerjaan ibunya, Udi, di Dusun Mapung, Desa Tabbinjai, Kecamatan Tombolo Pao.
"Dia berangkat dari rumah ke tempat ibunya di Mapung. Ia bermalam di sana," kata Basir, Sabtu (25/4/2026).
Menurut Basir, keesokan harinya atau Rabu, 15 April 2026 sekitar pukul 11.00 Wita, Unita kembali berpamitan kepada ibunya. Saat itu, ia menyampaikan hendak menghadiri acara keluarga yang masih berada di wilayah Tombolo Pao.
Namun sejak meninggalkan rumah ibunya, Unita tidak kembali dan tidak memberikan kabar kepada keluarga.
"Waktu sore ditunggu, tidak pulang. Ibunya lalu menghubungi saya, tapi ternyata juga tidak sampai di rumah di Tonrong," ujarnya.
Kondisi tersebut membuat keluarga mulai khawatir. Pihak keluarga kemudian berupaya menghubungi Unita, namun baru pada Kamis pagi, 16 April 2026, komunikasi sempat terjalin.
Dalam percakapan terakhir itu, Unita menyampaikan bahwa dirinya telah berada di Makassar. Ia mengaku pergi untuk bekerja dan menyebut alasan meninggalkan rumah karena merasa malu akibat memiliki banyak utang.
Basir mengatakan, sambungan telepon saat itu sempat terhubung juga dengannya. Namun sejak komunikasi terakhir tersebut, pihak keluarga tidak lagi dapat menghubungi Unita.
"Sejak Kamis itu tidak pernah aktif lagi nomor HP-nya. Kami sudah tidak tahu keberadaannya sekarang," katanya.
Keluarga hingga kini masih berupaya mencari keberadaan Unita dengan menghubungi kerabat dan kenalan yang mungkin mengetahui keberadaannya. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Hilangnya Unita menimbulkan kekhawatiran mendalam bagi keluarga, terutama karena tidak ada lagi komunikasi yang bisa dilakukan sejak telepon terakhir. Keluarga juga belum mengetahui secara pasti lokasi keberadaan Unita di Makassar maupun pihak yang mungkin sedang bersamanya.
Peristiwa ini telah menjadi perhatian keluarga besar yang kini berharap Unita dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. Informasi mengenai keberadaan korban masih terus ditelusuri oleh pihak keluarga dengan bantuan kerabat di berbagai wilayah.
Hingga berita ini diturunkan, Unita masih belum diketahui keberadaannya. Pihak keluarga berharap siapa pun yang mengetahui informasi terkait korban dapat segera membantu menyampaikan kabar agar Unita dapat segera ditemukan.
