AS Klaim Dapat Harga 30% Lebih Tinggi untuk Minyak Venezuela Usai Penangkapan Maduro

AS mengklaim meraih harga jual minyak Venezuela 30% lebih tinggi pascapenangkapan Nicolas Maduro, seiring pengalihan penjualan minyak ke Washington.

 

Foto Ilustrasi Kilang Minyak berbendera Amerika Serikat dan Venezuela


Washington, Lontara Today - Menteri Energi Amerika Serikat (AS) Chris Wright mengatakan bahwa AS kini mendapatkan harga sekitar 30% lebih tinggi untuk minyak mentah Venezuela yang dijualnya, dibandingkan dengan harga yang diperoleh Venezuela sebelum Presiden Nicolas Maduro ditangkap oleh pasukan khusus AS awal bulan ini.

“Kami mendapatkan harga jual sekitar 30% lebih tinggi ketika kami menjual barel minyak yang sama daripada yang mereka jual barel minyak yang sama tiga minggu lalu,” ujar Wright pada acara Asosiasi Energi AS, seperti dilansir dari Reuters pada Jumat (16/1/2026). 

Wright tidak merinci secara detail besaran harga jual sebelum dan setelah penangkapan Maduro, tetapi pernyataannya menunjukkan adanya pergeseran signifikan dalam nilai pasar minyak Venezuela sejak AS mengambil alih pemasaran dan penjualan komoditas tersebut.

Menurut laporan, AS telah menyelesaikan penjualan pertama minyak Venezuela sebagai bagian dari kesepakatan senilai US$2 miliar yang dicapai antara Caracas dan Washington awal bulan ini. Penjualan awal tersebut bernilai sekitar US$500 juta, dan penjualan tambahan diperkirakan akan dilakukan dalam beberapa hari serta minggu mendatang.

Pemerintahan Presiden Donald Trump telah menyatakan rencananya untuk menjual hingga 50 juta barel minyak Venezuela yang sebelumnya “terperangkap” akibat sanksi, dan akan terus menjual minyak Venezuela yang diproduksi tanpa batas waktu.

Sebelum penangkapan dan perubahan kontrol ini, pembeli minyak di Asia menuntut diskon besar untuk minyak mentah Venezuela. Hal ini disebabkan oleh banyaknya minyak yang dikenai sanksi dari Rusia dan Iran yang juga ditawarkan di pasar global, serta meningkatnya risiko pemuatan di negara Amerika Selatan tersebut, menurut para pedagang minyak. Kondisi tersebut memaksa perusahaan minyak negara Venezuela, PDVSA, memangkas harga jual dengan diskon yang signifikan terhadap patokan minyak mentah Brent.

Selain itu, minyak mentah berat Venezuela tipe Merey-16 yang sebelumnya ditawarkan dengan diskon besar di pasar Asia kini terlihat dipasarkan ke Pantai Teluk AS dengan diskon yang lebih kecil terhadap harga Brent, mencerminkan perubahan kondisi pasar sejak AS mengelola penjualan minyak tersebut.

Langkah ini menunjukkan dampak langsung dari perubahan geopolitik di Venezuela terhadap nilai komoditasnya di pasar internasional. Meskipun demikian, pasar minyak global masih dipengaruhi oleh sejumlah faktor lain, termasuk pasokan dari negara-negara penghasil besar serta permintaan energi dunia.

Jurnalis & Pengelola Lontara Today...

Anda mungkin menyukai postingan ini