Sopir Dapur MBG di Pinrang Jadi Tersangka Narkoba, Pengawasan Relawan Disorot

Kasus narkoba di Pinrang menyeret sopir Dapur MBG Palia. Pengawasan relawan program nasional kembali disorot publik dan mahasiswa.

 

Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Pinrang-Sulsel (dok/Fajar)

Pinrang, Lontara Today - Kasus penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Pinrang kembali mencuat dan kali ini menyeret seorang sopir yang bertugas dalam program nasional Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG). Seorang sopir Dapur MBG di Kabupaten Pinrang ditetapkan sebagai tersangka kasus narkoba, sehingga memicu perhatian publik terhadap sistem pengawasan relawan dalam pelaksanaan program tersebut.

Sopir yang bersangkutan diketahui bertugas di Dapur MBG Palia yang berlokasi di Jalan Poros Pinrang-Polman, Kelurahan Maccinnae, Kecamatan Paleteang. Dapur MBG tersebut merupakan mitra dari Yayasan Manbaul Ulum Addariyah dalam pelaksanaan program penyediaan makanan bergizi gratis.

Penetapan status tersangka dilakukan setelah aparat kepolisian mengungkap keterlibatan yang bersangkutan dalam kasus penyalahgunaan narkotika. Berdasarkan informasi yang diperoleh, sopir tersebut ditangkap oleh jajaran Polres Pinrang di wilayah Palia, Kelurahan Maccinnae, Kecamatan Paleteang, pada Senin, 29 Desember 2026.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palia, Harry Santoso, mengaku baru mengetahui peristiwa tersebut setelah aparat kepolisian melakukan penangkapan. Ia menyebut tidak ada informasi sebelumnya terkait dugaan keterlibatan sopir MBG tersebut dalam kasus narkoba.

“Saya baru diberitahu kemarin saat yang bersangkutan ditangkap. Distribusi makanan tetap berjalan karena sudah ada sopir pengganti,” ujar Harry, dilansir dari FAJAR, Rabu (14/1).

Harry menegaskan bahwa meskipun relawan maupun sopir berada di bawah tanggung jawabnya sebagai Kepala SPPG, aktivitas pribadi di luar tugas dapur MBG tidak sepenuhnya dapat dipantau. Namun, ia memastikan telah mengambil langkah tegas setelah mengetahui adanya penetapan tersangka tersebut.

“Kami jelas tidak menginginkan hal seperti ini. Karena itu saya langsung mengambil keputusan memberhentikan yang bersangkutan sebagai relawan MBG,” tegasnya.

Baca Juga:

Warga Tellu Siattinge Bone Geger, Bayi Ditemukan Meninggal Dunia Diduga Hasil Aborsi

Prabowo Ingin Semua Petugas Haji dari TNI-Polri, DPR Ungkap Alasan Disiplin dan Ketangguhan Fisik

Kasus ini turut menuai perhatian dari kalangan mahasiswa. Ketua Kesatuan Pelajar Mahasiswa Pinrang (KPMP), Anmar, menilai insiden tersebut menjadi peringatan serius bagi pengelola program MBG agar lebih selektif dalam merekrut relawan, khususnya yang terlibat langsung dalam operasional harian seperti sopir distribusi.

“Pihak MBG harus benar-benar memeriksa latar belakang relawan. Jangan sampai kejadian seperti di Jakarta terulang, ketika sopir MBG menabrak pagar sekolah hingga melukai guru dan siswa,” ujarnya.

Meski demikian, Anmar tetap mengapresiasi langkah cepat Polres Pinrang dalam membongkar kasus narkoba tersebut. Ia juga mendorong adanya upaya preventif ke depan, termasuk pemeriksaan kesehatan dan tes urine secara berkala bagi seluruh relawan MBG di Kabupaten Pinrang.

“MBG adalah program nasional. Jangan sampai dirusak oleh oknum yang berpotensi mencoreng tujuan mulia program ini,” ungkap Anmar.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih menangani proses hukum terhadap tersangka sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara itu, operasional Dapur MBG Palia dipastikan tetap berjalan normal dengan pengawasan internal yang diperketat.

Jurnalis & Pengelola Lontara Today...

Anda mungkin menyukai postingan ini