Berita Terbaru

Kisah Jumaria, Nenek Asal Maros yang Jadi Ikon Haji Internasional: Tabungan dari Lumpur Sawah Berbuah Panggilan Suci

Inspirasi Haji 1447H: Kisah Nenek Jumaria, petani Maros yang jadi ikon global. Simak perjuangan 70 tahun menabung demi Baitullah.

 

Jumaria, Nenek Petani asal Maros yang dijadikan Ikon Kisah Inspiratif Haji 2026.


Maros, Lontara Today - Di sela-sela hamparan sawah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, seorang wanita lansia dengan caping yang menua menghabiskan hari-harinya. Namanya Jumaria. Selama 70 tahun, kulitnya terbakar matahari dan kakinya akrab dengan dinginnya lumpur. Namun, di balik kesederhanaan itu, tersimpan sebuah rahasia besar: sebuah tabungan suci yang ia kumpulkan rupiah demi rupiah.

​Tahun ini, nama Nenek Jumaria tidak lagi hanya terdengar di pematang sawah. Namanya bergema secara internasional setelah terpilih menjadi ikon inspiratif bagi jemaah haji 1447 H dalam program Makkah Route.

​Tabungan dari Keringat yang Jujur

​Perjalanan Nenek Jumaria menuju Baitullah adalah sebuah pengingat tentang arti keteguhan. Baginya, tidak ada jumlah yang terlalu kecil untuk disisihkan. Dengan prinsip yang kuat, ia membagi hasil jerih payahnya dari bertani untuk bertahan hidup dan untuk "bekal" pulang ke rumah Allah.

​"Kalau saya dapat 200 ribu, saya simpan 100 ribu. Begitu terus sampai cukup untuk berangkat," tuturnya dalam sebuah dokumentasi yang kini viral secara global. 

Kalimat sederhana itu menjadi tamparan sekaligus inspirasi bagi banyak orang di seluruh dunia tentang bagaimana sebuah niat mampu mengalahkan logika keterbatasan ekonomi.

Menjadi Ikon Internasional

​Kepulangan Nenek Jumaria ke "rumah" yang sesungguhnya, Makkah Al-Mukarramah, disambut dengan penghormatan luar biasa. Melalui fasilitas Makkah Route, ia mendapatkan pelayanan premium yang memudahkan langkahnya yang sudah mulai renta.

​Video yang mendokumentasikan wajah harunya saat memegang paspor dan mengenakan seragam haji telah dibagikan oleh berbagai saluran media internasional. Nenek Jumaria dianggap sebagai simbol harapan bagi jutaan orang di luar sana bahwa panggilan haji adalah hak setiap muslim yang memiliki tekad, tanpa memandang status sosial.

Pesan dari Butta Salewangang

​Kisah Nenek Jumaria adalah wajah asli masyarakat Sulawesi Selatan: pekerja keras, religius, dan memiliki harga diri (Siri') untuk berdiri di kaki sendiri demi menunaikan kewajiban agama. Ia membuktikan bahwa doa yang dipanjatkan dari tengah sawah di Maros, mampu menembus langit dan berbuah undangan khusus dari Sang Khalik.

​Kini, Nenek Jumaria telah berada di Tanah Suci. Meninggalkan sejenak sawah dan cangkulnya untuk bersimpuh di depan Ka'bah. Kisahnya akan tetap tinggal di sini, di halaman Lontara Today, sebagai pengingat bagi kita semua bahwa takdir yang baik akan selalu menemukan jalan bagi mereka yang tak pernah berhenti berusaha.

Jurnalis & Founder IFN Media Group...

Anda mungkin menyukai postingan ini