Berita Terbaru

Makassar ditetapkan Darurat Geng Motor, 300 Personel Polisi Dikerahkan Patroli hingga Pagi

Polrestabes Makassar kerahkan 300 personel patroli hingga pagi untuk tekan aksi geng motor yang dinilai makin meresahkan warga.

 

Foto: Ilustrasi suasana malam yang merepresentasikan fenomena geng motor di Kota Makassar. Tampak seorang remaja membawa busur ketapel di area lorong jalanan. (dok/ilustrasi)

Makassar, Lontara Today - Aksi geng motor yang kembali marak di Kota Makassar dinilai telah memasuki level darurat. Menyikapi kondisi tersebut, Polrestabes Makassar mengerahkan ratusan personel untuk melakukan patroli intensif dan razia di sejumlah titik rawan kriminalitas jalanan.

Sedikitnya 300 personel gabungan diterjunkan mulai Selasa (12/5/2026) dini hari. Pengamanan dilakukan sejak malam hingga pagi sebagai bagian dari langkah antisipasi terhadap aksi kekerasan jalanan yang beberapa waktu terakhir kembali meresahkan masyarakat.

Patroli besar-besaran itu dimulai sekitar pukul 01.20 WITA. Sejumlah titik yang selama ini dianggap rawan menjadi lokasi konsentrasi pengamanan aparat kepolisian. Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, turun langsung mengumpulkan jajaran personel, termasuk anggota Polsek, guna memastikan pengamanan berjalan maksimal.

Di hadapan anggotanya, Arya menegaskan pentingnya kesiapsiagaan seluruh personel dalam menghadapi situasi keamanan kota yang belakangan kembali menjadi perhatian akibat meningkatnya aksi geng motor.

Menurut Arya, patroli sebenarnya rutin dilakukan setiap hari oleh jajaran Polrestabes Makassar. Namun, meningkatnya aksi geng motor sepanjang April hingga awal Mei 2026 membuat aparat meningkatkan skala pengamanan dan penindakan.

“Kami sebenarnya setiap hari melaksanakan patroli bersama-sama untuk mengantisipasi gerakan-gerakan geng motor,” ujar Arya kepada awak media.

Baca Juga: Sutradara Film Pesta Babi Pertanyakan TNI Bubarkan Diskusi: Kenapa Bukan Polisi?

Meski patroli malam telah berjalan secara rutin, kepolisian kini memperkuat pola penindakan melalui razia yang lebih masif terhadap kelompok yang diduga terlibat dalam kriminalitas jalanan.

“Pada hari ini kami melaksanakan razia dan penindakan terhadap para geng motor,” katanya.

Langkah tersebut diharapkan dapat memberi efek jera terhadap pelaku, sekaligus menekan potensi tindak pidana yang dapat mengancam keselamatan warga di jalan raya.

“Mudah-mudahan dengan tindakan semacam ini mereka tidak lagi melakukan hal-hal yang meresahkan masyarakat, apalagi sampai melakukan tindak pidana,” tambahnya.

Polrestabes Makassar juga mengklaim telah mengidentifikasi sejumlah kelompok geng motor yang selama ini dianggap kerap membuat keresahan. Menurut Arya, sebagian kelompok tersebut berasal dari luar wilayah Kota Makassar.

“Sebagian besar dari mereka berasal dari luar Kota Makassar. Karena itu, kami saat ini melakukan penjagaan di wilayah perbatasan supaya mereka tidak masuk ke Kota Makassar,” jelasnya.

Penjagaan di titik perbatasan dilakukan sebagai bagian dari strategi pencegahan agar kelompok-kelompok tersebut tidak leluasa masuk ke pusat kota, terutama pada malam hingga dini hari ketika aktivitas warga mulai menurun.

Selain memperkuat patroli, Arya juga menyoroti fakta bahwa sebagian besar pelaku yang terlibat dalam aksi geng motor masih berusia sangat muda.

Ia menyebut, usia mereka rata-rata berkisar antara 13 hingga 16 tahun atau masih tergolong anak di bawah umur.

Baca Juga: BPS Catat Ekonomi Sulsel Tumbuh 6,88 Persen di Awal 2026, PDRB Tembus Rp191,28 Triliun

“Kami sangat menyayangkan karena usia mereka masih sangat dini,” imbuh Arya.

Fenomena tersebut, menurut kepolisian, menjadi perhatian serius karena tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga pengawasan keluarga dan lingkungan sosial terhadap anak-anak usia remaja.

Karena itu, Kapolrestabes Makassar mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka, khususnya pada malam hingga dini hari.

“Jangan membiarkan anak-anak keluar berkeliaran saat malam atau dini hari. Ini untuk memperkecil kemungkinan munculnya korban maupun tindak kriminal yang dilakukan anak di bawah umur,” tegasnya.

Sejauh ini, polisi mengaku telah mengamankan sejumlah terduga pelaku yang diduga berkaitan dengan rangkaian aksi geng motor sepanjang April hingga Mei 2026. Namun, pihak kepolisian belum merinci jumlah maupun identitas pihak yang diamankan karena proses pemeriksaan masih berlangsung.

“Iya, sudah ada beberapa yang diamankan. Nanti akan kami rilis kalau semuanya sudah lengkap,” pungkas Arya.

Situasi keamanan terkait aksi geng motor di Makassar sendiri menjadi perhatian publik dalam beberapa pekan terakhir, menyusul meningkatnya laporan warga terkait konvoi, aksi penyerangan, hingga dugaan tindak kekerasan yang terjadi pada malam hingga dini hari di sejumlah wilayah kota.

Hingga saat ini, Polrestabes Makassar menyatakan patroli dan pengawasan di titik rawan akan terus ditingkatkan untuk menekan potensi gangguan keamanan serta memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Jurnalis & Founder IFN Media Group...

Anda mungkin menyukai postingan ini