Ditegur Saat Ambil Uang Tanpa Izin, Karyawan Penjual Jagung di Takalar Dikeroyok Rentenir
Karyawan kios jagung di Takalar melaporkan dugaan pengeroyokan setelah menegur dua perempuan yang diduga mengambil uang kasir tanpa izin.
![]() |
| Tangkapan Layar Rekaman CCTV Pengeroyokan Karyawan Penjual Jagung di Takalar |
Takalar, Lontara Today - Seorang karyawan penjual jagung di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, menjadi korban dugaan pengeroyokan setelah menegur dua perempuan yang diduga mengambil uang di laci kasir tanpa izin. Peristiwa tersebut terjadi di sebuah kios jagung di Jalan Ranggong Daeng Romo, Kelurahan Pattallassang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, pada Jumat (23/1/2026).
Korban diketahui bernama Jumriani (33), warga Lingkungan Ciniayo, Kelurahan Canrego, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar. Ia menyebut dua terduga pelaku masing-masing berinisial RK dan HJ, yang disebutnya sebagai rentenir.
Menurut keterangan korban, kejadian bermula saat kedua perempuan tersebut datang ke kios tempat ia bekerja untuk mencari pemilik usaha, Hj. Asrianti Dg Sayang.
“Yang ditanya itu saya. Saya jawab pemilik kios sedang keluar ke arah Jeneponto naik motor bersama suaminya,” ujar Jumriani, Sabtu (24/01/2026).
Korban mengatakan, salah satu terduga kemudian meminta dirinya menghubungi pemilik kios. Namun upaya tersebut tidak berhasil karena nomor yang dihubungi tidak aktif.
“Saya tidak punya nomor pemilik kios. Teman saya sempat mencoba menelpon, tapi jaringannya tidak bagus, lalu nomor yang lain juga tidak aktif,” jelasnya.
Karena pemilik kios tidak dapat dihubungi, salah satu terduga kemudian berdiri di depan laci kasir dan membukanya. Korban sempat menutup kembali laci tersebut karena khawatir uang akan terhambur.
“Saya tutup lagi karena takut uangnya terhambur, apalagi di depan laci ada kipas angin,” tuturnya.
Namun, menurut pengakuan korban, laci tersebut kembali dibuka dan sejumlah uang tunai senilai Rp200 ribu diambil. Kejadian itu disebut korban terekam kamera pengawas (CCTV).
Melihat kejadian tersebut, korban mengaku menegur terduga agar tidak mengambil uang karena peristiwa tersebut terekam kamera pengawas. Teguran itu disampaikan dalam bahasa Makassar.
“Gappaiki nalapor, Daeng Gassing, karena ada CCTV,” ucap korban.
Teguran tersebut diduga memicu adu mulut. Korban mengatakan salah satu terduga mengeluarkan kata-kata bernada kasar dan merendahkan.
“Saya ditegur dengan nada tinggi dan kata-kata yang saya anggap merendahkan,” ujarnya.
Situasi kemudian memanas. Korban mengaku terjadi kontak fisik berupa dorongan hingga berujung pada dugaan pengeroyokan.
“Saya didorong beberapa kali, kerudung saya ditarik, dan wajah saya dicakar. Saat saya jatuh, rambut saya juga sempat ditarik,” kata Jumriani.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka cakaran di wajah serta mengeluhkan nyeri di bagian perut dan paha. Ia kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Takalar dan telah menjalani visum di RSUD Padjonga Daeng Ngalle.
“Saya sudah melapor dan menjalani visum,” tutupnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Takalar, AKP Hatta, membenarkan adanya laporan tersebut dan menyatakan kasus masih dalam proses penyelidikan.
“Benar, kami menerima laporan dugaan penganiayaan dari korban dan saat ini masih dalam penanganan,” ujarnya.
