Empat Anggota Brimob Diduga Terlibat Penembakan Warga di Lokasi Tambang Bombana

Empat anggota Brimob Resimen II diduga terlibat penembakan warga di lokasi tambang Bombana. Korban mengalami luka tembak dan kasus kini ditangani Pold

 

Lokasi Kejadian (dok/ist)

Bombana, Lontara Today - Empat anggota Brimob Resimen II yang bertugas di lokasi tambang Desa Wambarema, Kecamatan Poleang Utara, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, diduga terlibat dalam insiden penembakan terhadap seorang warga, Kamis (8/1/2026). Insiden ini terjadi di tengah aktivitas pertambangan yang memicu ketegangan antara aparat dan warga setempat.

Kasat Reskrim Polres Bombana, Iptu Yudha Febry Widanarko, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dilansir dari Kendariinfo, Yudha menyebut penembakan itu diduga melibatkan empat personel Resimen II Korps Brimob Polri yang sedang menjalankan tugas pengamanan di wilayah tersebut.

Menurut Yudha, kejadian bermula saat sejumlah personel Brimob mendatangi lokasi tambang dan memberikan peringatan kepada warga agar menghentikan aktivitas pertambangan. Namun, imbauan tersebut berujung pada adu mulut yang membuat situasi semakin memanas.

“Situasi menjadi tidak terkendali hingga akhirnya terjadi penembakan,” ujar Yudha, dikutip dari Kendariinfo.

Baca Juga: Dukun Gadungan di Gowa Cabuli Anak Berusia 13 Tahun dan Rudapaksa Perempuan

Akibat insiden itu, satu orang warga dilaporkan mengalami luka tembak di bagian punggung kaki kiri. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Tanduale Bombana untuk mendapatkan penanganan medis.

Meski demikian, pihak kepolisian belum merinci identitas keempat personel Brimob yang diduga terlibat. Yudha hanya menyampaikan bahwa seluruh personel tersebut sempat diamankan di Polres Bombana sebelum akhirnya dijemput oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Sultra.

“Keempat personel sudah dibawa ke Polda Sultra untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Yudha menegaskan, penanganan kasus ini dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Saat ini, proses penyelidikan sepenuhnya telah diambil alih oleh Polda Sultra guna memastikan penanganan yang objektif dan transparan.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, demi menjaga kondusivitas dan kelancaran proses hukum yang sedang berjalan.

Jurnalis & Pengelola Lontara Today...

Anda mungkin menyukai postingan ini