BPS Catat Ekonomi Sulsel Tumbuh 6,88 Persen di Awal 2026, PDRB Tembus Rp191,28 Triliun
Ekonomi Sulsel tumbuh 6,88 persen pada triwulan I 2026. BPS mencatat PDRB mencapai Rp191,28 triliun, ditopang sektor pemerintahan dan pertanian.
![]() |
| Foto: Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman (dok/sulselprov) |
Makassar, Lontara Today - Perekonomian Sulawesi Selatan menunjukkan pertumbuhan positif pada triwulan I tahun 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, ekonomi daerah tumbuh sebesar 6,88 persen secara year-on-year (y-on-y) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian tersebut menempatkan Sulawesi Selatan tetap berada dalam tren pertumbuhan positif di tengah dinamika ekonomi nasional maupun tantangan global. Selain pertumbuhan ekonomi, peningkatan juga terlihat pada penyerapan tenaga kerja serta kualitas pekerjaan masyarakat.
BPS Sulsel mencatat nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulawesi Selatan pada triwulan I 2026 mencapai Rp191,28 triliun. Pertumbuhan ekonomi tersebut ditopang sejumlah sektor strategis, dengan kontribusi terbesar datang dari aktivitas pemerintahan, pertanian, hingga perdagangan.
Sektor administrasi pemerintahan menjadi salah satu yang mencatat pertumbuhan tertinggi dengan angka mencapai 20,56 persen. Sementara itu, konsumsi pemerintah meningkat hingga 35,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di luar sektor pemerintahan, aktivitas ekonomi masyarakat masih banyak ditopang sektor pertanian dan perdagangan yang menjadi penggerak utama ekonomi di berbagai wilayah Sulawesi Selatan. Kedua sektor ini berkontribusi besar terhadap sirkulasi ekonomi, terutama di daerah yang bergantung pada hasil pertanian, distribusi barang, serta aktivitas pasar lokal.
Kinerja ekonomi Sulawesi Selatan yang tetap tumbuh pada awal 2026 terjadi di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk ketidakpastian global dan fluktuasi sejumlah komoditas. Meski demikian, aktivitas ekonomi di daerah dinilai masih bergerak stabil.
Baca Juga: Pemuda di Makassar Mengaku Diperas Oknum Polisi Polda Sulsel dan Polres Barru
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyebut capaian pertumbuhan tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, hingga sektor riil masyarakat.
“Alhamdulillah pertumbuhan ekonomi Sulsel tahun pertama pada Q1 April 2026 sebesar 6,88 persen, meningkat 3,3 persen dari tahun sebelumnya. Inflasi juga terjaga stabil pada angka 2,86 persen, turun dari bulan lalu 4,5 persen yang sempat menjadi tertinggi ketiga nasional,” kata Andi Sudirman, Senin (11/5/2026).
Selain pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi di Sulawesi Selatan juga disebut mengalami perbaikan. Berdasarkan pernyataan gubernur, inflasi tercatat berada di angka 2,86 persen atau menurun dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 4,5 persen.
Andi Sudirman menilai sejumlah program pembangunan yang berjalan turut memberi kontribusi terhadap pergerakan ekonomi daerah, termasuk proyek infrastruktur di berbagai wilayah.
Menurutnya, program strategis nasional dan prioritas Pemerintah Provinsi Sulsel melalui Multiyears Project (MYP) infrastruktur menjadi bagian dari faktor yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
“Capaian ini adalah capaian kolektif, termasuk program nasional, Pemprov Sulsel melalui Mega Proyek Multiyears (MYP), serta program kabupaten kota yang ditopang ekonomi sektor riil masyarakat,” jelasnya.
Baca Juga: Oknum Dosen PNUP Diduga Lecehkan Mahasiswi dengan Modus Ujian Perbaikan Nilai
Meski menunjukkan pertumbuhan positif pada awal tahun, keberlanjutan laju ekonomi Sulawesi Selatan ke depan tetap akan dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk stabilitas harga, daya beli masyarakat, investasi, dan produktivitas sektor unggulan daerah.
Sektor pertanian dan perdagangan diperkirakan masih menjadi tulang punggung ekonomi Sulsel sepanjang 2026, seiring perannya dalam menopang kebutuhan masyarakat dan distribusi ekonomi di tingkat lokal.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berharap tren pertumbuhan yang tercatat pada triwulan pertama ini dapat terus terjaga hingga akhir tahun, dengan indikator pembangunan yang lebih stabil dan merata di berbagai wilayah.
“Mari terus menjaga bersama ritme indikator utama pembangunan Sulsel yang lebih baik,” tutup Andi Sudirman.
