Perempuan Penagih Pinjaman Jadi Korban Penganiayaan Nasabah di Bulukumba

Seorang karyawati PNM Mekar menjadi korban penganiayaan saat menagih pinjaman di Bulukumba. Peristiwa ini menuai keprihatinan publik dan sorotan luas.

 

Foto Korban yang Menjalani Perawatan Media (dok/Facebook Afri Lahia)



Bulukumba, Lontara Today Seorang perempuan berinisial S-U menjadi korban penganiayaan  menjalankan tugas penagihan pinjaman di Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Selasa, 6 Januari 2026. Akibat kejadian tersebut, korban harus dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis karena mengalami luka lebam di sejumlah bagian tubuh.

Peristiwa itu terjadi saat S-U mendatangi rumah seorang nasabah untuk menagih pinjaman. Namun situasi berubah tegang ketika anak dari nasabah tersebut, yang diketahui berjenis kelamin laki-laki, secara tiba-tiba melakukan tindakan kekerasan terhadap korban. Penganiayaan berlangsung singkat namun menyebabkan korban terkapar dan membutuhkan penanganan medis.

Baca Juga:
Aliansi Mahasiswa & Pemuda Takalar-Jeneponto Pertanyakan Tindak Lanjut Laporan Dugaan Pelanggaran Moral di DPRD Takalar

Empat Masjid di Pangkep Dibobol Pencuri dalam Tiga Hari, Polisi Selidiki Pelaku

S-U diketahui merupakan karyawan PNM (Permodalan Nasional Madani) Mekar yang sehari-hari bertugas melakukan penagihan di lapangan. Kasus ini menyoroti risiko yang dihadapi petugas lapangan, khususnya perempuan, saat menjalankan tugas profesionalnya.

Dilansir dari unggahan akun Facebook Afri Lahia, peristiwa tersebut menuai keprihatinan publik. Dalam unggahannya, disertakan pula kritik sosial bertajuk, “Yang ditagih lebih sangar ketimbang yang menagih,” sebagai gambaran kerasnya kekerasan yang dialami korban.

Jurnalis & Pengelola Lontara Today...

Anda mungkin menyukai postingan ini