Berita Terbaru

Seleksi Kampung Inggris Luwu Timur Disorot, Peserta Pertanyakan Transparansi dan Dugaan "Orang Dalam"

Seleksi program Kampung Inggris Pare Pemkab Luwu Timur disorot peserta usai muncul dugaan “orang dalam” dan minimnya transparansi penilaian.

Foto: ilustrasi berkas seleksi program pendidikan yang menjadi representasi sorotan terhadap proses seleksi peserta Kampung Inggris Pare di Luwu Timur.

Luwu Timur, Lontara Today - Program pengiriman peserta ke Kampung Inggris Pare yang dibiayai Pemerintah Kabupaten Luwu Timur tengah menjadi sorotan setelah sejumlah peserta seleksi mempertanyakan transparansi proses penentuan kelulusan.

Kecurigaan peserta mencuat setelah proses seleksi dinilai berlangsung tertutup dan minim penjelasan, mulai dari indikator penilaian, mekanisme seleksi, hingga dasar penetapan nama peserta yang dinyatakan lulus.

Sejumlah peserta mengaku tidak memperoleh informasi yang memadai terkait bagaimana proses penilaian dilakukan dan apa saja parameter yang digunakan dalam menentukan hasil akhir.

“Tesnya seperti formalitas saja. Tidak ada transparansi, tidak ada penjelasan. Kami menduga nama-nama yang lulus sudah 'dikunci' dari awal,” tulis salah satu peserta, di media sosial tadi pagi, 4 Mei 2026.

Pernyataan tersebut memicu perhatian publik dan memunculkan dugaan adanya praktik “orang dalam” atau intervensi pihak tertentu dalam proses seleksi program yang dibiayai pemerintah daerah tersebut.

Sorotan tidak hanya tertuju pada mekanisme seleksi, tetapi juga pada aspek pendanaan program. Berdasarkan informasi yang beredar di lapangan, program pengiriman peserta ke Kampung Inggris Pare diduga tidak hanya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tetapi juga melibatkan dukungan dari sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah Luwu Timur.

Namun hingga kini, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur belum membuka secara rinci skema pembiayaan program tersebut kepada publik.

Baca Juga: Kisah Jumaria, Nenek Asal Maros yang Jadi Ikon Haji Internasional: Tabungan dari Lumpur Sawah Berbuah Panggilan Suci

Belum ada penjelasan resmi mengenai total anggaran yang digunakan, rincian alokasi pembiayaan, bentuk dukungan perusahaan, hingga status bantuan yang diberikan, apakah melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), hibah, atau bentuk dukungan lainnya.

Ketiadaan penjelasan tersebut memperluas pertanyaan publik, terutama terkait akuntabilitas penggunaan anggaran dalam program yang menyasar peningkatan kapasitas sumber daya manusia tersebut.

Di sisi lain, program pengiriman peserta ke Kampung Inggris Pare sejatinya merupakan salah satu agenda pengembangan kapasitas generasi muda yang selama ini mendapat perhatian di berbagai daerah. Program semacam ini umumnya dirancang untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris peserta melalui pembelajaran intensif di lembaga pendidikan nonformal yang telah lama dikenal sebagai pusat pembelajaran bahasa di Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Karena dibiayai menggunakan anggaran publik dan diduga turut melibatkan dukungan pihak eksternal, pelaksanaan program dinilai perlu memenuhi prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keterbukaan informasi sejak tahap seleksi hingga pelaporan penggunaan anggaran.

Baca Juga: Dua Dekade Menabung, Imam Tunanetra Asal Sinjai Akhirnya Berangkat Haji

Minimnya penjelasan dari penyelenggara membuat ruang spekulasi di tengah masyarakat semakin terbuka. Selain memunculkan dugaan adanya intervensi dalam proses seleksi, kondisi tersebut juga menimbulkan pertanyaan mengenai dasar objektivitas penentuan peserta yang dinyatakan lolos.

Dalam situasi seperti ini, keterbukaan informasi menjadi aspek penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap program pemerintah, terlebih ketika program tersebut menyangkut pembiayaan dari negara dan berhubungan langsung dengan akses kesempatan bagi masyarakat.

Publik pada dasarnya tidak hanya menyoroti siapa yang dinyatakan lulus, tetapi juga bagaimana proses itu dijalankan, bagaimana penilaian dilakukan, dan bagaimana anggaran program digunakan.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terkait mekanisme seleksi, indikator penilaian, maupun rincian pendanaan program pengiriman peserta ke Kampung Inggris Pare yang kini menjadi perhatian publik.


Jurnalis & Founder IFN Media Group...

Anda mungkin menyukai postingan ini