Berita Terbaru

Sistem Ujian Seleksi SDM Koperasi Desa Merah Putih Dikeluhkan, Jawaban Peserta Diduga Berubah Otomatis

Peserta seleksi SDM Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) keluhkan sistem ujian eror. Jawaban berubah otomatis, transparansi dan integritas seleksi disorot

 

Foto: Seorang peserta menunjukkan kartu identitas dan dokumen pendaftaran seleksi pengadaan SDM Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) usai mengeluhkan adanya kendala teknis pada sistem ujian digital. (Dok/TikTok @capekjadiwarass)


Jakarta, Lontara Today - Proses seleksi pengadaan Sumber Daya Manusia (SDM) Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menuai kritik tajam dari peserta. Kendala teknis pada laman resmi ujian disinyalir merugikan peserta karena ketidaksesuaian data jawaban yang tersimpan di sistem.

​Salah satu peserta mengungkapkan kekecewaannya melalui sebuah unggahan video tiktok bernama @capekjadiwarass . Ia menyebutkan bahwa sistem penilaian kognitif yang digunakan tidak sinkron dengan pilihan yang telah diinput oleh peserta.

​"Jangan berharap banyak, tapi enggak tahu kenapa website-nya itu aneh banget. Terus kita udah jawab, misalnya nih jawaban yang kita rasa benar, terus nanti misalnya jawaban udah disimpan, tiba-tiba pas kita balik kursornya akan langsung ngeganti gitu, jawabannya akan diganti sama apa yang kita udah pilih," ujarnya dalam video tersebut.

Baca Juga: 58,3 Persen Anak Muda Mengaku Punya Masalah Mental, Tekanan Ekonomi Jadi Pemicu Utama

Ia juga menambahkan bahwa dirinya mulai meragukan integritas proses seleksi tersebut karena merasa sistem seolah-olah "memaksa" jawaban menjadi salah.

​"Jadi jangan berharap banyak, ya udahlah lakuin aja, pilih aja asal klik yang penting keisi. Karena kalaupun kalian jawabnya benar, nanti kayak sama sistemnya itu akan sengaja disalahin gitu. I don't know why, tapi aku udah enggak percaya sama proses seleksinya," lanjutnya dengan nada kecewa.

Hingga berita ini dimuat, pihak penyelenggara seleksi KDMP belum memberikan klarifikasi resmi mengenai penyebab terjadinya gangguan teknis tersebut. Kejadian ini memicu kekhawatiran di kalangan peserta terkait transparansi dan akurasi sistem penilaian digital yang digunakan untuk menentukan kelulusan calon SDM Koperasi Desa tersebut.

Baca Juga: Seleksi Kampung Inggris Luwu Timur Disorot, Peserta Pertanyakan Transparansi dan Dugaan "Orang Dalam"

​Para peserta berharap penyelenggara dapat segera melakukan audit sistem atau memberikan penjelasan terbuka guna menjaga kepercayaan publik terhadap proses seleksi ini.

Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sendiri merupakan badan usaha berbasis kerakyatan yang diproyeksikan menjadi tulang punggung ekonomi di tingkat desa. Program seleksi SDM ini bertujuan untuk menjaring tenaga profesional yang akan mengelola potensi ekonomi desa secara modern dan akuntabel. Mengingat krusialnya peran Kopdes dalam kesejahteraan masyarakat desa, integritas proses seleksi menjadi sangat vital guna memastikan sumber daya yang terpilih benar-benar berkompeten.

Jurnalis & Founder IFN Media Group...

Anda mungkin menyukai postingan ini