Angin Kencang Terjang Maros Baru, 11 Rumah Warga dan Satu Kios Rusak

Angin kencang melanda Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros. Sebanyak 11 rumah warga dan satu kios dilaporkan rusak akibat cuaca ekstrem.

 

Foto Kerusakan Rumah Warga (dok/harianfajar)

Maros, Lontara Today - Cuaca ekstrem berupa angin kencang menerjang wilayah Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Peristiwa tersebut mengakibatkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, termasuk satu unit kios. Kejadian itu berlangsung pada Minggu pagi, 11 Januari 2026.

Camat Maros Baru, Rudi, mengatakan angin kencang tersebut terjadi sejak pagi hari. “Kejadiannya sekitar pukul 07.30 Wita,” katanya, dikutip dari harianfajar.

Berdasarkan pendataan sementara, terdapat dua desa yang terdampak dalam peristiwa tersebut. “Totalnya 11 rumah dan satu kios terdampak. Itu tersebar di dua Desa yakni Desa Borimasunggu dan Borikamase,” ungkapnya.

Rudi menjelaskan, kerusakan paling banyak terjadi di Dusun Tekelobbua, Desa Borimasunggu.

“Di Dusun Tekelobbua Desa Borimasunggu ada lima unit rumah dan satu kios yang terdampak angin kencang,” ujarnya.

Sementara itu, di Desa Borikamase, enam rumah warga juga dilaporkan mengalami kerusakan.

“Di Desa Borikamase ada enam unit rumah yang terdampak, dengan rincian tiga rumah di Dusun Padang Assitang, dua rumah di Dusun Lekoala, kemudian masing-masing satu rumah di Dusun Pammentengan dan Tebbang Orai,” rincinya.

Ia menyebut tingkat kerusakan bangunan warga bervariasi. “Di Desa Borikamase dua kategori rusak ringan, dua sedang dan satu berat,” katanya.

Baca Juga:

Anak 10 Tahun Meninggal Dunia Diduga Tenggelam di Halona Waterboom Selayar

Pasutri di Bone Ditangkap Polisi Usai Curi ATM Warga, Saldo Korban Terkuras Rp4 Juta

Sedangkan untuk Desa Borimasunggu, kerusakan juga tergolong cukup serius. “Di Desa Borimasunggu tiga rusak sedang dan tiga rusak berat,” sebutnya.

Akibat kerusakan berat tersebut, sejumlah warga terpaksa mengungsi sementara.

“Jadi warga yang rumahnya rusak berat untuk sementara mengungsi dir rumah keluarga dan tetangganya,” ujarnya.

Rudi menambahkan, bantuan awal telah disalurkan kepada warga terdampak.

“Untuk sementara warganya sudah mendapat bantuan logistik dari KSB (Dinsos Maros), BPBD Maros dan Baznas Maros,” katanya.

Selain rumah warga, angin kencang juga merusak fasilitas lainnya. Atap Gudang Balai Benih Ikan (BBI) di Kelurahan Baju Bodoa serta satu unit pabrik gabah di Kelurahan Baji Pamai dilaporkan mengalami kerusakan akibat angin kencang yang terjadi pada Sabtu, 10 Januari 2026.

Pemerintah setempat masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan dampak kerusakan serta kebutuhan warga terdampak cuaca ekstrem tersebut.

Jurnalis & Pengelola Lontara Today...

Anda mungkin menyukai postingan ini