Perpustakaan Umum Gowa Ramai Dikunjungi, Catat 33 Ribu Pengunjung dalam Empat Tahun
Perpustakaan Umum Gowa mencatat sekitar 33 ribu pengunjung sejak 2022 hingga 2026 dan berkembang menjadi ruang literasi modern.
Gowa, Lontara Today - Minat baca masyarakat di Kabupaten Gowa dan Sekitarnya, menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu terlihat dari meningkatnya jumlah kunjungan ke Perpustakaan Umum Gowa yang berlokasi di Jalan Masjid Raya, Kecamatan Somba Opu.
Perpustakaan milik pemerintah daerah tersebut kini tidak hanya dimanfaatkan sebagai tempat membaca buku, tetapi juga berkembang menjadi ruang belajar publik yang ramai dikunjungi pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
Data pengelola menunjukkan, sejak 2022 hingga 2026, jumlah pengunjung Perpustakaan Umum Gowa telah mencapai sekitar 33 ribu orang. Angka itu disebut terus bertambah seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap ruang belajar yang nyaman dan mudah diakses.
Pustakawan Perpustakaan Umum Gowa, Irfan Latif, mengatakan animo masyarakat untuk datang ke perpustakaan terus meningkat dalam empat tahun terakhir. Menurut dia, perubahan konsep perpustakaan menjadi lebih modern turut memengaruhi tingginya jumlah kunjungan.
“Alhamdulillah, sejak 2022 sampai 2026, animo pengunjung tidak berubah, malah meningkat tiap tahunnya. Sekarang jumlahnya sekitar 33 ribu pengunjung sampai saat ini,” kata Irfan dilansir dari unhastv.
Ia menjelaskan, mayoritas pengunjung berasal dari kalangan mahasiswa. Namun demikian, perpustakaan juga cukup banyak dikunjungi pelajar sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, hingga masyarakat umum yang datang untuk membaca maupun mengakses fasilitas belajar.
Baca Juga: Sistem Ujian Seleksi SDM Koperasi Desa Merah Putih Dikeluhkan, Jawaban Peserta Diduga Berubah Otomatis
Menurut Irfan, kenyamanan ruang menjadi salah satu faktor utama yang membuat masyarakat betah berkunjung ke perpustakaan.
Selain menyediakan ruang baca, pengelola juga menghadirkan desain interior yang lebih estetik dan suasana ruangan yang sejuk agar pengunjung merasa nyaman saat belajar maupun berdiskusi.
“Paling banyak di sini orang bekerja untuk tugas kuliah. Selain tempatnya estetik, kami juga menyiapkan internet gratis dan ruangan yang sejuk sehingga pengunjung nyaman datang ke sini,” ujarnya.
Perubahan fungsi perpustakaan sebagai ruang publik modern terlihat dari aktivitas pengunjung yang semakin beragam. Tidak sedikit mahasiswa yang menjadikan perpustakaan sebagai tempat menyelesaikan tugas akhir, mengerjakan laporan, hingga berdiskusi kelompok.
Sebagian pengunjung lainnya memanfaatkan fasilitas komputer dan layanan internet untuk mencari referensi maupun mengakses informasi digital.
Saat ini, Perpustakaan Umum Gowa memiliki 10 unit komputer yang dapat digunakan masyarakat secara gratis. Fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung kebutuhan belajar dan akses informasi, terutama bagi pengunjung yang tidak membawa perangkat pribadi.
Selain layanan komputer, perpustakaan juga menyediakan layanan simpan pinjam buku dan layanan sirkulasi bagi masyarakat yang ingin meminjam koleksi untuk dibawa pulang.
Dari sisi koleksi, Perpustakaan Umum Gowa memiliki lebih dari 6 ribu judul buku dengan total sekitar 16 ribu eksemplar. Koleksi tersebut mencakup berbagai jenis bacaan, mulai dari buku pengetahuan umum, novel populer, buku pendidikan, hingga bacaan anak-anak.
Baca Juga: 58,3 Persen Anak Muda Mengaku Punya Masalah Mental, Tekanan Ekonomi Jadi Pemicu Utama
Menurut Irfan, keberagaman koleksi menjadi salah satu upaya pengelola untuk menjangkau kebutuhan pembaca dari berbagai kelompok usia dan latar belakang.
“Terkait koleksi, semuanya ada. Mulai dari bacaan, novel, sampai buku anak-anak,” katanya.
Selain mengembangkan fasilitas fisik, pengelola perpustakaan juga mulai memperluas layanan digital melalui aplikasi perpustakaan elektronik bernama e-Gowa.
Aplikasi tersebut dapat diunduh melalui telepon genggam dan diakses masyarakat setelah melakukan registrasi akun. Kehadiran layanan digital itu memungkinkan masyarakat membaca koleksi perpustakaan tanpa harus datang langsung ke lokasi.
Saat ini, e-Gowa memiliki sekitar 3 ribu judul koleksi digital yang dapat diakses pengguna melalui perangkat seluler.
Pengembangan layanan digital dinilai menjadi langkah penting dalam memperluas akses literasi masyarakat, khususnya di tengah meningkatnya penggunaan teknologi dalam aktivitas belajar sehari-hari.
Dengan kombinasi layanan fisik dan digital, Perpustakaan Umum Gowa kini berupaya menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat modern yang membutuhkan ruang belajar terbuka, nyaman, dan mudah diakses.
Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola konsumsi informasi, keberadaan perpustakaan daerah tersebut menunjukkan bahwa ruang literasi publik masih memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas belajar masyarakat.
Hingga saat ini, Perpustakaan Umum Gowa terus beroperasi sebagai fasilitas literasi terbuka yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk membaca, belajar, berdiskusi, maupun mengakses layanan informasi digital.
