Oknum TNI Diduga Kelola Judi Sabung Ayam di Maros, Publik Pertanyakan Penegakan Hukum

Oknum TNI diduga kelola judi sabung ayam di Maros, publik pertanyakan penegakan hukum.

 

Ilustrasi Sabung Ayam (dok/Gemini Ai)

Maros, Lontara Today - Kegelisahan warga Desa Sudirman, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, kembali memuncak akibat dugaan praktik judi sabung ayam yang berlangsung di wilayah mereka. Aktivitas ilegal ini disebut-sebut dikelola oleh oknum anggota TNI yang berdinas di Kodam XIV/Hasanuddin, dengan pelaksana lapangan bernama J, menurut informasi yang dihimpun dari Faktual.net.

Sumber yang enggan disebut identitasnya menyebutkan, arena sabung ayam ini bukan lagi rahasia di kalangan masyarakat sekitar. Banyak warga yang mengetahui keberadaan dan jadwal pertandingan, namun anehnya, hingga saat ini belum terlihat adanya langkah pencegahan dari Polres Maros. Kondisi ini menimbulkan dugaan publik bahwa praktik perjudian tersebut dibiarkan secara sistematis.

Praktik sabung ayam jelas melanggar hukum, yakni Pasal 303 KUHP, serta bertentangan dengan komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Jika benar melibatkan oknum TNI, hal ini bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, tetapi juga mencoreng netralitas, disiplin, dan kehormatan institusi militer. Publik pun menantikan tindakan tegas dari Polisi Militer maupun Pangdam XIV/Hasanuddin untuk menindak oknum yang terlibat.

Hingga berita ini disusun, upaya konfirmasi oleh media faktual.net kepada Kasat Reskrim Polres Maros, AKP Ridwan, SH, MH, tidak membuahkan jawaban. Sumber menyebut bahwa sikap diam ini memperkuat kecurigaan masyarakat bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam penanganan dugaan praktik perjudian tersebut.

Selain soal pelanggaran hukum, dugaan pembiaran aktivitas sabung ayam ini membuka risiko kriminalitas turunan, mulai dari peredaran minuman keras, kekerasan, hingga konflik antarwarga. 

Publik pun mempertanyakan, apakah hukum hanya tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas, dan apakah kedekatan oknum aparat membuat hukum kehilangan kredibilitasnya, seperti dikutip dari Fakutral.net.

Negara dan aparat keamanan dituntut bertindak tegas agar hukum tidak kalah oleh kekuasaan atau arena judi ilegal.