Viral Dikira Penemuan Mayat, Polisi Ungkap Fakta Pemindahan Makam Nenek dan Cucu di Bone
Video viral di TikTok soal penemuan mayat di Bone ternyata hoaks. Polisi mengungkap peristiwa sebenarnya adalah pemindahan makam keluarga.
![]() |
| Personel Polsek Dua Boccoe bersama warga saat melakukan pengecekan lokasi pemindahan makam di Desa Pakkasalo, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, Rabu (6/5/2026). (Dok/Polsek Dua Boccoe) |
Bone, Lontara Today - Video viral di media sosial TikTok yang menyebut adanya penemuan mayat di Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, menghebohkan warga pada Rabu (6/5/2026).
Video tersebut diunggah akun TikTok @UD.FIKAR WALET dan telah ditonton lebih dari dua ribu kali. Dalam video yang beredar, narasi yang disampaikan memunculkan dugaan adanya penemuan mayat di wilayah Desa Kampoti dan Desa Pakkasalo, Kecamatan Dua Boccoe.
Informasi itu kemudian menyebar cepat di media sosial dan memicu perhatian warga sekitar.
Menindaklanjuti video yang viral tersebut, personel Polsek Dua Boccoe yang dipimpin langsung Kapolsek Dua Boccoe AKP Welman turun melakukan pengecekan ke lokasi.
Pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.
Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan bahwa informasi mengenai penemuan mayat sebagaimana disebut dalam video TikTok tersebut tidak benar.
Kapolsek Dua Boccoe AKP Welman menjelaskan, peristiwa yang sebenarnya terjadi adalah pemindahan makam dua anggota keluarga, bukan penemuan mayat.
“Setelah kami lakukan pengecekan dan berkoordinasi dengan pemerintah desa, informasi penemuan mayat itu tidak benar adanya,” kata AKP Welman.
Ia menjelaskan, makam yang dipindahkan berada di Kampung Beramming, Desa Pakkasalo, Kecamatan Dua Boccoe.
Dua makam tersebut merupakan makam Hj Suhera dan Asmawar yang masih memiliki hubungan keluarga.
Baca Juga: Perpustakaan Umum Gowa Ramai Dikunjungi, Catat 33 Ribu Pengunjung dalam Empat Tahun
Menurut AKP Welman, Hj Suhera merupakan ibu kandung dari Duni dan telah dimakamkan sekitar 14 bulan lalu. Sementara Asmawar merupakan anak kandung Duni yang telah dimakamkan sekitar tujuh bulan lalu.
Kedua jenazah tersebut dipindahkan ke lokasi pemakaman umum di Dusun Ajassepe, Desa Pakkasalo.
Kapolsek menyebut, proses pemindahan makam berlangsung dalam kondisi aman dan tidak menimbulkan gangguan keamanan di wilayah tersebut.
“Situasi aman dan terkendali. Pemindahan dilakukan secara kekeluargaan dan sesuai syariat Islam,” tutupnya.
Kepala Desa Pakkasalo, Jamaluddin, turut membenarkan bahwa peristiwa yang terjadi bukan penemuan mayat sebagaimana narasi yang beredar di media sosial.
Menurut dia, pemindahan makam dilakukan akibat adanya persoalan keluarga terkait sengketa tanah sawah seluas sekitar enam are.
Permasalahan tersebut kemudian berujung pada keputusan keluarga untuk memindahkan makam kedua anggota keluarga tersebut ke lokasi pemakaman umum.
Baca Juga: Sistem Ujian Seleksi SDM Koperasi Desa Merah Putih Dikeluhkan, Jawaban Peserta Diduga Berubah Otomatis
Meski begitu, proses pemindahan dilakukan secara musyawarah dan melibatkan pihak keluarga serta pemerintah desa setempat.
Peristiwa ini menjadi perhatian warga setelah video yang diunggah di TikTok memunculkan narasi yang berbeda dengan kejadian sebenarnya di lapangan.
Penyebaran informasi yang belum terverifikasi di media sosial dinilai dapat memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat, terutama ketika berkaitan dengan peristiwa sensitif seperti penemuan mayat.
Dalam beberapa jam setelah video beredar, sejumlah warga sempat mendatangi lokasi untuk memastikan informasi tersebut.
Namun setelah dilakukan klarifikasi oleh aparat kepolisian dan pemerintah desa, situasi kembali kondusif.
Hingga Rabu sore, aktivitas masyarakat di Desa Pakkasalo dan wilayah sekitar Kecamatan Dua Boccoe terpantau berjalan normal.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati menerima maupun menyebarkan informasi di media sosial sebelum memastikan kebenarannya melalui sumber resmi.
Sementara itu, proses pemindahan makam yang menjadi inti peristiwa tersebut telah selesai dilaksanakan dan kedua jenazah kini telah dimakamkan kembali di pemakaman umum Dusun Ajassepe, Desa Pakkasalo, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone.
